Inkarnasi merupakan puncak kasih Allah yang menyingkapkan wajah sejati-Nya sebagai Allah yang tidak berjarak dari manusia. Dalam diri Yesus Kristus, Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1:14), Allah tidak hanya menyatakan kehendak-Nya, tetapi juga mengundang manusia untuk masuk dalam persekutuan kasih dengan-Nya. Allah yang dahulu berbicara melalui para nabi kini berbicara langsung melalui Putra-Nya (Ibr 1:1). Dengan menjelma menjadi manusia, Allah menghapus sekat antara yang ilahi dan yang duniawi. Dalam diri Yesus dari Nazaret, yang adalah Sabda yang hidup, manusia dapat memandang wajah Allah, merasakan kasih-Nya, dan mengalami keselamatan yang konkret. Inkarnasi bukan hanya peristiwa historis, melainkan manifestasi kasih yang mengubah seluruh realitas manusia dan ciptaan. Dalam sejarah pemikiran teologi, misteri inkarnasi menjadi medan refleksi yang tak pernah habis digali. Tradisi teologi Katolik memandang inkarnasi dari dua perspektif utama: antro...