Gereja dipahami sebagai misteri kesatuan yang bersumber dari Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Allah menghimpun orang beriman dalam Kristus menjadi satu umat Allah (1Ptr 2:5-10; 1Kor 12:12). Namun dalam kenyataan historis, kesatuan ini sering ternodai oleh perpecahan internal dan perbedaan struktur gereja Lumen Gentium mengingatkan bahwa Gereja adalah sakramen, tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan umat manusia. Dengan demikian, kesatuan bukan sekadar keseragaman, melainkan persekutuan dalam iman yang hidup. Kesatuan Gereja bersifat dinamis, selalu berkembang dan disempurnakan dalam sejarah. Kristus adalah pusat kesatuan yang mempersatukan umat melalui Injil yang diwartakan dan dirayakan. Namun, konsili menyadari bahwa kesatuan konkret tidak selalu terjaga, sehingga dialog ekumenis menjadi kebutuhan mendesak. Dalam hal ini, kesatuan Gereja lebih tepat dipahami sebag...